Selasa, 03 Juli 2012

Urgensi Sosiologi Islam Bagi Khoirul Ummah


Pembahasan

A. Pengertian Sosiologi Islam
         Dilihat dari pengetiannya sosiologi mempunyai pengertian bahwa ilmu yang mempelajari hubungan timbale balik antara orang yang satu dengan yang lain yang saling berinteraksi serta gejala sosila dan non sosial yang ada. Gejala-gejal itu ada setelah adanya kontak antara manusia sesama manusia ataupun alam.
         Dari hal tersebut dapat di artikan bahwa sosilogi islam adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik, gejala sosial dan non sosial yang terjadi dalam masyarakat islam pada khususnya. Dalam pemahaman masyarakat islam adalh masyarakat yang tidak lebih dari sekumpulan individu atau keluarga[1]. Dalam masyarakat ini ada tiga komponen yang terdapat didalamnya yang menghubungkan antarindividu di dalamnya:
1.Adanya pemikiran-pemikiran yang paling berpengaruh dalam masyarakat
2.Adanya perasaan-perasaan yang berpengaruh didalamnya di embank oleh masyarakt
3.system pemerintahan yang  berkuasa
Ketiga komponen ini membentuk ikatan umum antar individu dalam masyarakat. Ikatan-ikatan umum inilah yang menjadikan masyarakat membentuk prilaku dalam kehidupan individu, termasuk segala macam aktivitas yang terjadi[2]. Ebagai ilustrasi pertanyaan yang mendasar “dari mana kita (ontologi), kemana tujuan kita (historis) dan apa yang terjadi setelah kita mati (aksiologi)”. Dengan pertanyaan tersebut akan menimbulkan jawaban secara umum dalam memilih tindakan dalam hidup. Bagi kaum muslimim itu berpegang teguh pada alquran dan hadist.
Perasa-perasaan yang bersifat umum sangat luas dan ditentukan pemikiran masyarakat, baik atau tudak baik, tabu atau tidak tabu, oleh masyarakat islam ini diwaranai oleh alqur’an dan hadis yang di gunakan sebagai pedoman otentik. Disamping itu ada hal lain yang mempersatukan ikatan antar individu  dalm masyarakat yaitu kekuasaan ataupun pemerintah. Secara umum masyarakat sudah mengetahuinya, dengan kekuasaannya diya bisa beropini dan memperbaiki hubungan masarakat dan antar Negara.
B. Pengertian Khairu ummmah
          Khairu ummah yang berarti “ummat yang baik”, allah menyebutkan khairu ummah yang didalamnya ada kategori umat yang menjalankan amal ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada allah.ketiga ini bukan hanya teori saja tapi direalisasikan dalm kehidupan sehari-hari, sehingga tidak lagi sebagi penasehat orang juga untuk diri sendiri. Dalam alqur’an hanya sekali saja disebutkan diantara 64 kata ummah, yaitu dalam surat Ali Imran ayat 110 .
 
Artinya: kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
            Lalu timbul pertanyaan apakah ummat ini umat pada zaman nabi atau umat muslim sepanjang masa. Namun banyak ayat menjelaskan bahwa umat yang mempunyai kriteria seperti yang di beritakan dalm ayat itu, maka umat yang di maksud adalah ummat yang unggul[3].

C. Urgensi Sosiologi Islam Bagi Kharu ummah
         Sebagai mana yang dijelaskan diatas bahwa sosiologi islam ilmu yang mempelajri interkasi masyarakat islam dan gejala-gejalanya, khairu ummah sesuai dengan tugas yang diembannya tadi mengejakan yang makruf meninggalkan yang mungkar dan beriman kepada allah, harus tau gejala-gejal yang terjadi dalam masyarakat dalam merubah ummat yang begitu luas bila dilihat dari geografi, antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang  lainnya mempunyai pebedaan yang satu sama lain tidak ada yang sama, dari situlah khairu ummah mengetahui interaksi antar individu dan bagai mana mengembangkannya. Di lihat dari lingkungannya mereka hidup dari lingkungan yang berbeda dan mereka harus menyesuaikan diri, namun tetap mempertimbangkan hal-hal tersebut, sebagai contoh  mereka harus mengarahkan wajahnya kesatu arah ketika mereka sedang shalat.[4].dalm prilaku mereka selalu mengutarakan sifat fositif: jujur, adil, tidak ingkar janji, tidak jahat dll. Untuk mengembangkan ummat maka mereka perlu mempelajari gejala-gejala dan prilaku disuatu tempat masyarakat.mereka bukan saja mengajarkan tapi juga merealisasika dalam kehidupan sehari-hari.
Bab II
Kesimpulan
A. Kesimpulan
         Sosilogi islam bagi kahirul ummah sangat bergina untuk mempelajari bagai mana mempelajari prilaku ummat dan mengembangkannya ummat di dalam masyarakat . dengan tahunya sosiologi maka seorang yang menjalankan amanah dari allah sebagai membawa ummat agar menjadi yang baik, memang sudah ada aturan dalam alqur’an aturanya, untuk menerapakannya maka dipelajari permasalahan yang ada di masyarakat.


B. Saran
         Dengan sosiologi maka di harabkan apa yang sesuai dengan konseb islam maka harus di terabkan dalam pengembangan masyarakat.




[1] Zainal Abidin, Sosiosphologi,(Bandung: CV. Pustaka Setia, 2003) hal 45
[2] Zainal Abidin, Ibid, hal 45
[3] Dawam Raharjo, Masyarakat Madani:Agama, Kelas Menengah dan Perubahan Sosial, (Jakarta: LP3ES, 1999) hal 119
[4]Zainal Abidin , Op cit,  hal 45

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar