Selasa, 03 Juli 2012

Program PNPM Mandriri Kota Pekanbaru


 
Pendahuluan

A. Latar Belakang
            Dalam mengetaskan kemiskinan pemerintah mempunyai program dan terus berusaha untuk mengurangi jumlah kemiskinan. Sehingga Tim Penanggulangan Kemiskinan menyusun programnya  dalam berbagai bidang
Ø  Gentakin. Suatu bentuk pengembangan masyarakat yang bekarjasama dengan PNPM Mandiri yang danya biasanya lebih besar.
Ø  BAS. Suatu bantuan yang berbentuk uang.
Ø  PNPM. Program pengembangan masyarakt yang di pimpin oleh PU, bertujuan untuk mengenbangkan masyarakt dalm bidang kesejahteraan sosial, kesehatan dan ekonomi yang danyanya lebih kurang 100 juta. Inilah yang kita bahas dalam laporan pengembangan masyarakat ini.
Ø  UP2K. dalam bentuk antuan uang
Ø  Pantaskin. Program pembarantasaan kemiskinan terhadap masyarakat yang miskin di sebuah desa.
Ø  UEK dan BPR. Suatu bentuk program bantuan uang. Ini biasanya bisa dana langsung.
Kegiatan PNPM dibagi dalam tiga culture
  1. Clustur Pemberdayaan Sosial
Pelatihan pembianaan mental spiritual bagi yang belum memiliki usaha  (pelatihan bagi yang membuka usaha, sosialisasi budaya bersih).
  1. Clustur Pemberdayaan Ekonomi
Pinjaman untuk barang modal dan penambahan modal kerja kepada rumah tangga miskin yang telah berusaha dalam  memiliki kinerja yang baik saat melakukan pinjaman.
  1. Cluster Lingkungan atau Imfrastruktur.
Dalam kegiatan ini ada landasan yang besumber kepada UU pemerintahan kota pekanbaru. No 37 tahun 2009.
  1. Mensinerjikan kegiatan pelatihan dengan pinjam pragtis yang telah di partisipasi PNPM madiri perkotaan.
  2. Menciptakan kondisi di nama para peserta masyrakat mengalami relawan kemanusiaan semakin menonjol.
  3. Memunculkan program potensi agar lebih mendapat dan program di bandingkan dengan program  penanggulan.
Pembangunan kelembagaan komunitas untuk penggerakan perubahan sosial merupakan landasan penanggulangan kemiskinan dalm PNPM-PM. Lembaga komunitas tersebut dibentuk secara partisifatif dari tingkat basis dan disebut Lembaga Kesuadayaan Masyarakat  (LKM). Untuk mewujutkan visinya, LKM mempasilitasi masyarakat dalam menyusun PJM Pronamgkis di pakai sebagai arah dari LKM dalam mengendalikan kegiatan penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan oleh KSM (Kelompok Suadaya Masayarakat). Pengajuan usulan kegiatan dari masing-masing KSM akan selalu diverifikasi kesesuaiannya dengan kebutuhan yang tertuang dalam PJM  Pronangkis.
            KSM melaksanakan kegiatan dengan mengandalkan suadaya juga di dukung oleh dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang berfungsi sebagai stimulan. Dalam konteks pemberdayaan, BLM berfungsi untuk melengkapi kesuadayaan masyarakat  dan kontribusi kelompok peduli maupun pemuda. Plaksanaan kegiatan tridaya, mencangkup kegiatan dibidang lingkungan, sosial, ekonomi, harus dijamin korelasinya dengan penanggulangan kemiskinan. Pemamfaatan BLM ditingkat masyarakat, termasuk kegiatan sosial harus berorientasi pada keberlanjutan kegiatan.
            Dalam PNPM-MP kegiatan sosial tidak tergantung pada  dana BLM semata, karena berorientasi pada upaya mengoptimalkan semua potensi sumberdaya yang ada, baik esternal maupun internal.
            KSM Dahlia Indah merupakan salah satu KSM-KSM yang terbentuk sebagai hasil pelaksanaan PNPM-MP  di kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Kegiatan KSM Dahlia Indah merupakan kegitan pelatihan bordir, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka yang termiskin dari masyarakat miskin. Dengan cara meningkatkan keterampilan dan menciptakan SDM yang produktif lewat pelatihan bordir. Kegiatan ini terbentuk pada tanggal 10 November 2009, dan bejalan sampai sekarang, dalam perkiraannya program ini berjalan 6 bulan namun ada dari masyarakat yang belum paham sehingga mengalami tingkat lanjut. yang bertempat di RW 06 Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Kelurahan ini terletak di sebelah barat kota Pekanbaru lebih kurang 4 km dari pusat kota.kegitan ini bertujuan untuk membangkitkan kreatifitas masyarakat dan menjadikan masyarakt mandiri dan kreatif, dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri dan kreatif.

B. Mamfaat Program
            Program pelatihan bordir ini bermamfaat bagi keluarga miskin yang telah terdaftar pada saat kajian PS-2 di kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, yaitu:
Ø  Memberikan modal dasar pengembangan usaha
Ø  Dengan mengadakan usaha itu, dapat  menambah pendapatan keluarga
Ø  Mengurangi angka kemiskinan di kelurahan tersebut
Ø  Menjadikan masrakat yang mempunyai jiwa seni
Ø  Adanya usaha dan ikatan antara kumpulan kelompok untuk memproduk karyanya ke pasar untuk bersaing dengan yang lain.


Bentuk Program

A. Maksud dan Tujuan Program
             Maksut pelak sanaan kegiatan adalah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia  warga miskin Kelurahan Tuah Karya.
            Secara umum tujuan yang ingin di capai dari pelaksaan kegiatan pelatihan bordir ini adalah sebagai berikut.
1        Untuk membentuk Lembaga Pendidikan atau Keterampilan yang dikelolah UPS.
2        Memperkuat ikatan sosial dengan menggalang kepedulian atau solidaritas, kebersamaan dan penumbuhan kepercayaan dengan menggerakkan kapasitas sosial masyarakat.
3        Meningkatkan pendapatan/ mengurangi pengeluaran masyarakat paling miskin dan rentan melalui peningkatan pelayanan sosial langsung dari kelompok masyarakat paling miskin dan masyarakat paling rentan.
4        Menumbuhkan kebiasaan untuk mengelola program sosial yang berkelanjutan, mulai dari perencanaan, pelaksaan, pengawasa sampai evaluasi kegiatan.

B. Target
            Dalam penyusuna program dan penempatan tujuan tentu ada target yang ingin di capai, sejalan dengan program sosial yaitu kegiatan pelatihan bordir di RW 06 Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru adalah sebagi berikut:
1        Mennjadikan masyarakat mandiri dalam memnuhi kebutuhan.
2        Menunjang masyarakat agar lebih kreatif dan berdaya saing dalam dunia usaha kecil-kecilan.
3        Memberikan pendidikan baru kepada masyarakat, yang di harabkan selesainya kegiatan ini masyarakt punya kegiatan dan usaha sendiri.
4        Terbentuknya ikatan sosial dan adanya kepedulian dan kebersamaan dan tumbuhnya kepercayaan.
C. Kegiatan
            Kegiatan membordir adalah kegiatan yang di ajarkan kepada masyarakt RW 06 Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru dalam menghias kain yang akan di jadikan hiasan, mereka memberikan bunga-bunga dan motip dari pakaian itu, dalam membordir di harabkan Terbentuknya ikatan sosial dan adanya kepedulian dan kebersamaan dan tumbuhnya kepercayaan. Bukan itu saja tapi juga mendorong masyarakat untuk kreatif dan berdaya saing dalam memenuhi ekonomi. Adapun kegitan yang akan di laksanakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan bordir, yang bertujuan memberika ketrampilan pada masyarakt. Kegiatan ini berlangsung di kantor kelurahan setiap harinya, mereka membordir semua pakaian, bukan baju, jilbab dan selendang saja, tapi juga peralatan rumahh tangga seperti gorden dan sarung bantal ruang tamu. Setiap hari mereka berkumpul di kantor kelurahan dan belajar dari tenaga pengajar.

D. Pendanaan
            Anggaran biaya penyelenggaraan kegiatan pelatihan bordir di kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru adalah sebesar Rp 12.752.000,- yang berasal dari dana BLM, PNPM-MP sebesar p 12.125.000,- dan suwadaya masyarakat sebesar Rp 600.000,-. Dalam penyelenggaraan kegiatan pelatihan ini banyak melibatkan peran masyarakat.

E. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan
            Rencana pelaksanaan kegiatan program pelatihan Bordir ini adalah pada bulan Maret 2010 dam bertempat di Aula Kantor Lurah Tuah Karya Pekanbaru. 

Pelaksanaan Program

A. Proses Pelaksanaan Program
            Adapun pelaksanaan kegiatan pelatihan bordir KSM Dahlia  Indah Kelurahan Tuah Karya  terdiri dari beberapa proses, Yaitu:
1. Persiapan
            Persiapan yang dilakukan adalah dengan pembentukan panitia/ kelompok suadaya masyarakat (KSM) yang berfungsi sebagai pengelola kegiatan pelatihan. Panitia ini terdiri dari orang yang miskin dan non muslim. Dalam kepanitiaan ini mereka melakukan persiapan dengan menyuru proposal kegiatan sesuai dengan rencana kegiatan yang mereka usulkan dipantau oleh unit pengelola sosial , LKM dan pasitator. Prosal ini kemudia di peripikasi setelah layak kemudian LKM mencairkan dana BLM secara bertahab sesuai aturan yang berlaku di PNPM-MP.
2. Pelaksanaan
            Kegiatan pelaksanaan ini awalnya di ikuti oleh 10 orang peserta, dan akhirnya betambah. Kegiatan ini berjalan selama tiga bulan yang semula terdapat di aula kantor Lurah Tuah Karya di pindahkan ke jlan Suka Karya Tampan. GPP RT 05/03 kelurahan Tuah Karya, hal ini di sebabkan ruang aula yang tidak memungkinkan digunakan untuk pelatihan bordir ini.

B. Aspek Penunjang dan Kendala
1. Aspek Penunjang
              Dalam melaksanakan sebuah program maka ada hal yang jdi penunjang agar program ini berjalan lebih baik dan mencapai sasaran dan tidak terkendala dan lebih terstruktur. Adapun kegiatan latihan bordir yang ada di Kelurahan Tuah Karya Kecamatan Tampan didukung oleh pemerintah yang di naungi oleh PU dan dilaksanakan oleh PNPM Mandiri  dan terlebih lagi sumbangan suadaya masyarakat yang diperlukan, karna pelaksanaan program ni lebih banyak di lakukan dan di dukung oleh suadaya masyarakat yang lebih aktif di dalamnya.
2. Aspek Kendala
            Adapun kendala yang di alami dalam program ini  adalah sebagai berikut:
  1. Kendala Dana.
-          Lamnya dana yang cair dari proposal,
-          Tenaga yang memperifikasi di kecamatan Tampan sangat sedikit/ minim sekali.
  1. Kendala Dalam Kegiatan
-          dalam kegiatan sosial yaitu bordir, para ibu yang ingin mencari keterampilan selalu ada halangan dalam menjalani kegiatan
-          belum adanya gedung yang bisa di selenggarakan tempat berlangsungnya kegiatan.
-          Adanya dari anggota pelatihan yang tidak tepat waktu, yang itu semua akan menghambat dan memperlama keberhasilan.

C. Evaluasi
            Dalam mengatasi semua kendala itu banyak hal yang di lakukan oleh LKM  untuk mencapai baiknya program ini, maka berapa evaluasi yang di lakukan adalah:
  1. Mendesak ketua LSM yang berada di Kecamatan Tampan untuk ssecepatnya menyelesaikan proposal yang masuk dan mencairkannya.
  2. Menganti anggota pelatihan yang tidak datang berulang kali dengan anggota baru.
  3. Mengadakan pelatihan dan himbauan serta nasehat ke pada anggota pelatihan.
  4. Membangun gedung untuk menyimpan semua perlengkapan dan barang yang berkaitan dengan program ini.
  5. Menertipkan kembali anggota yang tadinya tidak konsisten dengan waktu, dan memberikan kenyamana kepada mereka dalam mengikuti pelatihan.

Penutup

A. Kesimpulan
            Jika program ini berjalan dengan baik dan kendala yang ada bisa di atasi maka tujuan program akan terlaksan dengan baik maka dan target yang ingin di capaipun akan mudah diraih, dalam program ini masyarakt di ajarkan membordir baju pakaian perhiasan dan alas permadani dan lain sebagainya, ini memberi pendidikan kepada masyarakat  tentang hal baru dan di harabkan msyarakat bisa mendirikan usaha kecil dan memenuhi kebutuhan nya sehari-hari, dengan salah satu tujuan program dibawah ini membuat keterampilan dan menghadirkan bordir sulam pita memberikan pengalaman baru pada masyarakat.

B. Saran
Lakukanlah program ini dengan baik dan jika ada yang belum mengti maka belajarlah dari yang salah karna tidak ada pekerjaan yang benar jika kita tidak pernah salah dulu, kepada masyarakt Tuah Karya khususnya, agar kreatifitas kita bisa menjadi lebih  mandiri dan berhasil.



Daftar Pustaka

Data PNPM  Mandiri kegiatan Pelatihan Bordir Tuah Karya tahun 2010
Data PNPM Mandiri Tuah Karya Tahun 2009



 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar