Selasa, 03 Juli 2012

Pengertian Teknologi Tepat Guna. (TTG)


PENDAHULUAN

1.      Latar belakang
Dalam rangka meningkatkan sistem usaha pembangunan masyarakat supaya lebih produktif dan efisien, diperlukan teknologi. Pengenalan teknologi yang telah berkembang di dalam masyarakat adalah teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional, atau yang dikenal dengan "teknologi tepat guna" atau teknologi  sederhana dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat tertentu.
            Pertumbuhan dan perkembangan teknologi, ditentukan oleh kondisi dan tingkat isolasi dan keterbukaan masyarakat serta tingkat pertumbuhan kehidupan sosial ekonomi masyarakat tersebut. Untuk memperkenalkan teknologi tepat guna perlu disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu kebutuhan yang berorientasi kepada keadaan lingkungan geografis atau propesi kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Teknologi yang demikian itu merupakan barang baru bagi masyarakat dan perlu dimanfaatkan dan diketahui oleh masyarakat tentang nilai dan kegunaannya. Teknologi tersebut merupakan faktor ekstern dan diperkenalkan dengan maksud agar masyarakat yang bersangkutan dapat merubah kebiasaan tradisional dalam proses pembangunan atau peningkatan kesejahteraan masyarakat.
2.      Batasan Masalah
Berdasarkan pembahasan yang kami bahas dalam makalah ini, maka kami membatasi pembahsan makalah ini tentang manfaat terknologi tepat guna untuk wirausahaan.
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Teknologi Tepat Guna
Teknologi tepat guna atau yang  disingkat dengan TTG adalah  teknologi yang digunakan dengan sesuai( tepat guna). Ada yang menyebutnya teknologi tepat guna sebagai teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional, sederhana dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat tertentu[1].
Dengan demikian teknologi tepat guna mempunyai kriteria yang dapat dikatan sebagai TTG, yaitu:
1)      Apabila teknologi itu sebanyak mungkin mempergunakan sumber-sumber yang tersedia banyak di suatu tempat.
2)       Apabila teknologi itu sesuai dengan keadaan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
3)       Apabila teknologi itu membantu memecahkan persoalan/ masalah yang sebenarnya dalam masyarakat, bukan teknologi yang hanya bersemayam dikepala perencananya[2].
Suatu yang harus diperhatikan bahwa, masalah-masalah pembangunan boleh jadi memerlukan pemecahan yang unik dan khas, jadi teknologi-teknologi tersebut tidak perlu dipindahkan ke negara-negara atau kedaerah lain dengan masalah serupa. Apa yang sesuai disuatu tempat mungkin saja tidak cocok di lain tempat. Maka dari itu tujuan TTG adalah melihat pemecahan-pemecahan terhadap masalah-masalah tertentu dan menganjurkan mengapa hal itu “sesuai”.
B.     Ciri-ciri Teknologi Tepat Guna
Sebagaimana telah dikemukakan pada kriteria dan syarat dan kesesuaian TTG, dapat dikemukakan ciri-ciri yang cukup menggambarkan TTG (walaupun tidak berarti sebagai batasan) adalah sebagai berikut:
1)      Perbaikan teknologi tradisional yang selama ini menjadi tulang punggung pertanian, industri, pengubah energi, transportasi, kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di suatu tempat
2)      Biaya investasi cukup rendah/ relatif murah.
3)      Teknis cukup sederhana dan mampu untuk dipelihara dan didukung oleh keterampilan setempat.
4)      Masyarakat mengenal dan mampu mengatasi lingkungannya.
5)      Cara pendayagunaan sumber-sumber setempat termasuk sumber alam, energi, bahan secara lebih baik dan optimal.
6)      Alat mandiri masyarakat dan mengurangi ketergantungan kepada pihak luar (self-realiance motivated)[3].

C.    Manfaat Teknologi Tepat Guna
Sebelum berbicara mengenai manfaat dari TTG, maka ada sebuah proses yang harus diketahui sebelum memperoleh manfaat dari TTG tersebut, yaitu penerapan teknologi tepat guna tersebut. Penerapan TTG adalah sebuah usaha pembaharuan. Meskipun pembaharuan itu tidak mencolok dan masih dalam jangkauan masyarakat, tetapi harus diserasikan dengan keadaan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat setempat serta alam. Kalau tidak, maka usaha pembaharuan itu akan mendapat hambatan yang dapat menggagalkan usaha pembaharuan tersebut[4].
Usaha pembaharuan itu dirancang sedemikan rupa sehingga seluruh masyarakat merasa bahwa pembaharuan adalah prakarsa mereka sendiri. Berarti di dalam pembaharuan teknologi itu, terdapat minat dan semangat dalam masyarakat tersebut.
Banyak orang keliru dalam berpendapat kalau orang membawa pompa bambu, biogas, pengering dengan energi radiasi matahari sederhana kedesa, maka orang itu telah menerapkan teknologi tepat guna. Membawa paket-paket teknologi sederhana tersebut kesebuah desa belum dapat dikatakan sebagai penerapan teknologi tepat guna, bahkan dapat menjerumuskan, apabila tidak disertai pendidikan kepada masyarakat desa tersebut, bagaimana cara membuat dan memperbaiki alat tersebut. Paling ideal penerapan teknologi tepat guna adalah teknologi yang telah ada pada suatu masyarakat dan perbaikan itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.
Penerapan TTG juga harus mempertimbangkan keadaan alam sekitar. Dapat diartikan bahwa dampak lingkungan yang disebabkan penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) harus lebih kecil dibandingkan pemakaian teknologi tradisional maupun teknologi maju. Dengan demikian manfaat dari teknologi tepat guna itu dapat dirasakan oleh masyarakat tersebut. Sebagai mana manfaat dari teknologi tepat guna adalah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin hari makin meningkat, tentu hal itu di barengi dengan kemampuan masyarakatnya yang mampu mengoperasionalkan dan memanfaatkan TTG tersebut. Selain itu TTG juga bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhannya, pemecahan masalahnya dan penambahan hasil produksi yang makin meningkat dari biasanya. Teknologi tersebut relatif mudah dipahami mekanismenya, mudah dipelihara dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Masuknya teknologi baru tidak akan membebani masyarakat baik mental (ketidakmampuan skill) maupun materiil (dapat menimbulkan beban biaya yang tidak mampu dipenuhi masyarakat)[5].

D.    Manfaat Teknologi Tepat Guna Dalam Wirausaha
Dalam pembahasan terdahulu telah diketahui manfaat teknologi tepat guna secara menyeluruh, namun dalam pembahasan ini, membahas manfaat teknologi dalam dimensi yang khusus yaitu ketepan kita dalam menggunakan teknologi yang tepat dalam mengembangkan atau memajukan usaha. Wirausaha berkaitan dengan ekonomi, dimana pencipta barang sebagai pengkreatif akan memproduksi barang yang dibutuhkan halayak ramai atau konsumen.
Sebelum mengetahui manfaat TTG dalam wirausdaha, maka konseputama yang mesti dipahami adalah beranjak dari sebuah pengetian wirausaha. Istilah wirausaha berasal dari entrepreneur (Bahasa Perancis) yang diterjemahkan dalam bahasa inggris. Pengertian wirausaha menurut Joseph Schumpeter adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau pengahan bahan baku baru.  
Menurut Peter F. Drucker kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda[6]. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru ataupun bisa pula dilakukan dalam organisas bisnis yang sudah ada. Jiwa kewirausahaan mendorong orang untuk mendirikan dan mengelolah usaha secara fropesional . Hendaknya minat tersebut diikuti dengan perencanaan dan perhitungan yang matang.
            Berdasarkan pengertian wirausaha di atas maka penggunaan teknologi tepat guna sangat dibutuhkan dalam menjalankan sebuah usaha. Penggunaan teknologi yang tepat akan menimbulkan dampak yang potif terhadap apa yang diproduksi dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin hari permintaan terhadap suatu barang makin meningkat. Apalagi wirausaha merupakan suatu langkah yang kreatif dan inopatif dalam melihat peluang-peluang, kreatif mendisain suatu bentuk barang menskipun barang yang sudah dikenal ditengah masyarakat sekalipun. Meski sifat kretif dan inopatif tersebut menjadi hal utama dalam wirausaha, dalam pelaksanaannya mreka sebagai pengusaha juga jeelih menggunakan alat produksi atau penciptaan suatu barang, hal ini dilakukan agar biaya penggunaa dan waktu pengerjaannya dapat diperhitungkan, sehingga pengusaha tidak rugi dalam memproduksi barang yang akan dijual. Adapun manfaat TTG dalam wirausaha yaitu:
1.      Menigkatkan hasil produksi
Seperti penggunaan mesin pengolah padi yang dibuat oleh M. Sauki, waktu musimpanen raya tiba, jumlah gabah cukup banyak sedangkan permintaan pasar tidak bisa dicukupi dengan jumlah yang banyak akibat diolah secara manual, namun dengan adanya mesin pengolah ini, M.Sauki bisa memenuhi permintaan pasar dalam jumlah yang banyak dan waktu yang relatif hemat[7].
2.      Memudahkan pengusaha dalam memproduksi barang.
Adanya penggunaa teknologi yang tepat penggunaannya, memudah bagi pengusaha dalam memproduksi barang yang dibutuhkan. Misalnya penguaha pembuatan tikar bambu dari jawa timur. Mereka menggunakan alat sederhaana seperti gergaji, kampak dan alat bangunan berupa mesin bor yang digunakan pada saat proses pembuatan tikar. Tidak didunga, bahwa alat yang dugunakan untuk bangunan ternyata bisa dialihkan fungsinya kepada pekerjaan lain yang fungsi mekerjaannya tidak dirubah, ternyata cukup memudahkan bagi pengusaha tikar bambu dari jawa timur[8].

3.      Memudahkan pemasaran produk.
Penggunaan henphon selama ini menjadi mode dan gaya dalam kita berhubungan dengan orang lain. Namun, sejumlah pengusaha petani seperti Sucipto di Klaten menggunakannya sebagai keperluan usahanya seperti melihat harga, barang yang dubutuhkan dan ketersedian barang di pasar serta tempat penjualannya[9]. Sebagai mana yang diketahui bahwa konsep utama TTG adalah penggunaan teknologi baik yang baru maupun yang sudah ada dikenal ditengah masyarakat yang penggunaannya dimanfaatkan dengan sesuai. 
4.      Biaya produksi yang hemat
Bila dibandingkan dengan harga produksi pentani padi mengolah kepada industri biayanya akan terlalu besar dalam transportasi dan proses pemisahan gabah dari beras. Namun denegan adanya teknologi yang mampu bekerja seperti mesin industri, maka petani lebih hemat dari segi waktu dan bisa di olah langsung ditempat panen dengan menggunakan mesin tersebut tanpa harus di angkut dulu ketempat produksi. Kemudian biaya yang digunakanpun lebih kecil dan petani tidak susah lagi menjualnya kepasar dalam jumlah yang sedikit, tetapi dalam jumlah yang besar dan tinggal menjual di tempat[10].

PENUTUP

1.      Kesimpulan
Teknologi Tepat Guna merupakan teknologi yang telah dikembangkan secara tradisional dan proses pengenalannya banyak ditentukan oleh keadaan lingkungan dan mata pencaharian pokok masyarakat setempat.
Sebelum menggunakan TTG, terlebih dahulu kita lakukan penerapan dari TTG tersebut kepada masyarakat. Dengan adanya penerapan ini di harapkan masyarakatnya berubah dan mengerti tentang manfaat TTG dan mampu menggunakan TTG tersebut dengan sebaik mungki. Sehingga penggunaa dari TTG tersebut bermanfaat bagi masyarakat, yaitu dapat memenuhi kebutuhan individu atau masyarakat  karena kebutuhan masyarakat semakin hari semakin meningkat.
2.       Saran
Teknologi tepat guna apabila dimanfaatkan dengan baik maka akan memeperoleh hasil yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.






DAFTAR PUSTAKA

Aini Djamal Zoere, 1996, Prinsip-Prinsip Ekologi. Ekosistem, Lingkungan dan Pelestariannya, Jakarta: PT. Bumi Aksara
Kasmer. 2007. Kewirausaan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Slamet Soemirat Juli, 1994, Kesehatan Lingkungan, Yogyakarta: Gajah Mada University Press
http://arifh.blogdetik.com
http://balitbang.sumutprov.go.id







[1]  Slamet Soemirat Juli, Kesehatan Lingkungan, (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1994), h.53
[2]  Slamet Soemirat Juli, ibid,h.56
[3] Aini Djamal Zoere, Prinsip-Prinsip Ekologi. Ekosistem, Lingkungan dan Pelestariannya, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 1996), h.10
[4] www. balitbang.sumutprov.go.id/ttg/
[5] Aini Djamal Zoere, opit.h.14
[6] Kasmer, Kewirausaan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007, h 15
[7]  http://arifh.blogdetik.com
[8]  Ibid
[9] http://kampus.okezone.com
[10] Opcit.

1 komentar: