Selasa, 03 Juli 2012

Pengertian Kepemimpinan Dalam Perspektif Psikolgi dan Islam



Pendahuluan

1. Latar Belakang
            Masalah kepemimpinan adalah masalah yang sudah ada sejak manusia itu lahir, dan ada ditengah kelompoknya sendiri dari situlah muncul maslah kepemimpinan, hal ini berarti menyangkut maslah kelompok.
            Dalam psikologi ini dibahas dengan keberadaan manusia itu sendiri, bahwa keberadaannya itu butuh seorang pemimpin yang mampu mengubah dan membawa mereka kearah yang lebih baik dari sekarang. Bila dipandang dari perspektif islam maka seorang pemimpin itu sangat diperlukan, bahkan islam itu menganjurkan dari setiap yang dipimpin  harus patuh dan hormat dengan orang yang memimpin. Bahkan banyak didalam hadis disebutkan tuntutan untuk mematuhi pemimpin.
            Yang baru-baru ini kita dengar dengan patwa MUI mengharamkan bagi yang tidak memilih pemimpin, dengan landasan betapa pentingnya seorang peimpin bagi banyak umat dan dengan itu harus ada satu orang yang cerdas dan baik yang ditugaskan dan mampu untuk memimpin.

2. Batasan Masalah
            Berdasarkan judul yang telah diberikan dosen pembimbing, maka  dalam penyelesaian makalah ini kami membahas tentang:
Ø  Pengertian kepemimpinan dalam perspektif psikologi dan islam
Ø  Tugas  yang harus dikerjakan oleh seorang pemimpin
Ø  Tipe kepemimpin


Pembahasan

A. Pengertian Kepemimpinan
            Kepemimpinan adalah suatu bentuk cara atau kemampuan seorang pemimpin dalam memimpin orang bawahannya, atau dapat juga diartikan suatu kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain sehingga orang lain itu diharabkan bertingakah laku sebagai mana yang diya kehendaki.
            Dalam kata kepemimpinan ada kata pemimpin yang lebih menyebutka kepata personnya, sehingga bila dilihat dari artinya kepemimpinan itu cara atau prosesnya maka pemimpin lebih kepada orang yang mempunyai sifat kepemimpinan tadi, yang punya tujuan masa depan yang baik, perencanaan yang besar dan memuliakan kelompoknya serta mampu mengajak orang untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan. Dalam memimpin seorang pemimpin meliputi segala tindakan seseorang atau kelompok yang menyebabkan pergerakan dalam masyarakat.
            Kepemimpinan ada yang bersifat resmi yaitu kepemimpinan yang tersimpul dalam suatu jabatan dan ada kepemimpinan yang diakui kemampuannya oleh masyarakat untuk memimpin suatu kelompok. Perbedaan yang mencolok anatra kepemimpinan resmi dan yang tidak resmi adalah berada diatas landasan-landasan atau aturan yang resmi. Sehingga daya cangkupnya pun terbatas. Kepemimpinan tidak resmi memiliki cangkupan yang tidak terbatas atau bebas, kareana diya diakui oleh masyarakat.
            Menurut pendapat para ahli George R. Terry kepemimpinan adalah aktivitas empengaruhi orang lain agar dengan suka rela menuju kenyataan tujuan bersama. Ada juga menurut Ordway Tead kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama menuju pada kesesuaian tujuan yang mereka inginkan[1].

B. Kepemimpinan Dalam Perspektif Psikologi
            Masalah kepemimpinan adalah masalah yang sudah ada sejak manusia itu lahir dalam kelompok, dalam kelompok itu sudah muncul masalah kepemimpinan yang bakat dari kepemimpinan itu dimiliki oleh setiap pribadi dari kita. Secara psikologi dalam diri manusi itu sudah ada bakat kepemimpinan yang perlu diasah, dengan adanya usaha yang demikan maka bentuk dari kepemimpinan itu akan tampak. Secara kecil saja manusuia itu sudah jadi  pemimpin dirinya sendiri[2] dengan segala kemampuan yang diya miliki dia mampu mengubah hidup dan tujuan masa depannya yang dimulai sekarang.
            Kepmimpinan adalah suatu proses mempengaruhi orang lain, dimana pemimpin mengikut sertakan bawahannya dengan hasrat dan kemampuannya sendiri yang berusaha untuk mencapai tujuan organisasi.dari pengertia itu dapat di ambil variabel
ü  Adanya pemimpin
ü  Adanya kelompok yang dipimpin
ü  Adanya aktivasi
ü  Adanya interaksi
ü  Adanya otoritas
Kepemimpinan adalah suatu sifat yang di miliki oleh seorang individu dengan segala kemampuannya memimpin anggota kelompoknya. Memimpin disini bearti mampu menggerakan orang dan bergaul dengan kelsompoknya sehingga orang –orang dengan tidak merasa terpaksa melakukan atau tidak melakukan tindakan seperti yang dikehendaki pemimpin.

C. Kepemimpinan Dalam Perspektif Islam
            Dalam Alqur’an terdapat banyak kata yang menyatakan tentang pemimpin , salah satunya adalah kata “umara” yang sering disebut sebagai Ulil Amri yang diartikan sebagai pelayan ummat. Sebagai makna mewujutkan kholifah dimuka bumi dengan tujuan pembaik bagi umat. Kepemimpinan dalam islam adalah kemampuan atau cara seseorang dalam melaksanakan tugas, mengatur serta membawa orang yang di pimpinnya kejalan yang benar, dan bertanggung jawab atas semua kepercayaan orang terhadapnya dengan jalan memberi soslusi dan nasehat serta menjadi panutan bagi orang banyak yang berlandaskan nilai-nilai keislaman yaitu Al qur’an dan hadist.
            Kepemimpinan dalam islam bukan saja sebagai suatu kebanggaan, tetapi lebih kepada amanah dan tanggung jawab dalam pelaksanaannya, baik bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain dan yang paling utama sekali pertanggungan jawaban terhadap allah[3]. Maka seorang pemimpin dalam islam diya harus mampu menjadi suri tauladan yang baik, baik perkataan maupun ucapan sebagai tanda wujud realisasi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagi mana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh imam Bukhari  dari Abdullah bin Umar sebagai berikut:
Dari Abdullah bin Umar berkata, aku  mendengar rasullulah bersabda, “masing-masingkamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu bertanggung jawab terhadap yang di pimpin, seorang imam adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas yang dipimpin, seorang laki-laki adalah pemimpin didalam keluarganya dan bertanggung jawab atasnya dan seorang perempuan adalah pemimpin dirumah suaminya dan bertanggung jawab atasnya dan seorang pembantu adalah pemimpin atas harta tuannya dan bertanggung jawab atasnya”

            Dalam uraian diatas jelas bahwa dari segala segi kehidupan menpunyai tugas pemimpin menjaga, memelihara dan bertanggung jawab dihadapan Tuhan dan manusia. Jelas bagi seorang pemimpin mempunyai tugas yang berbeda antaranya, karna kemampuan manusia berbeda-beda dan tugas itu diberikan berdasarkan kemampuan masing-masing.

Karakter Kepemimpinan islam biasanya memiliki beberapa kategori.
a. Amanah
            Yang harus dimiliki setiap pemimpin, dan ini merupakan kunci sebuah keberhasilan dalam memimpin, karena begitu besar tugas yang di emban dan dipercayakan orang kepadanya.


b. Adanya ilmu dan keahlian
             Dalam membagun, menjalankan kepemimpinan dan memanajemen semua yang diamanahkan maka butuh ilmu dan keahlian dalam bidang itu. Agar apa yang telah diamanahkan bisa dipertanggung jawabkan.
c. Memilki kekuatan dan kemampuan merealisir
            Hal ini harus dimiliki setiap pemimmpin dalam memberanikan diri mengambil keputusan dan merealisir keputusanya  dan dia tidak dianggap sebagai hiasan saja dalam pemerintahan.
d. Rendah diri dan toleransi serta sabar
            Pemimpin harus kuat dan tidak keras, serta ramah dan rendah diri terhadap semua orang dengan demikian dia akan disukai lebih banyak orang, serta mengembangkan sikaf sabar dan toleran dalam menyelesaikan dan memberi solusi dalam masalah.
e. Benar, Adil dan jujur
            Dalam kepemimpinannya selalu berusaha mengutamakan yang benar, meskipun nanti salah maka dengan cepat mengembalikan kepada yang benar dengan mengambil sikap yang jujur dan memutuskan dengan seadil-adilnya.
f. Musyawarah
            Pemimpin islam adalah demokrasi, dalam menjalankan pemerintahan diya menghargai pendapat orang lain dan mengajak orang lain lebih banyak ikut dalam menjalankan pemerintahannya.
            Jadi islam mempunyai karakter kepemimpinan yang berbeda dengan kepemimpinan umum yang nilai-nilainya mengangkat harkat dan martabat manusia, baik dalam pelaksananya maupun dihadapan allah[4]. Tentu semua yang di jalankan itu tidak terlepas dari prinsip dasar pelaksanaan kepemimpinan islam yaitu: memberikan kebesan kepada semua orang dalam berkarya dan berpendapat dengan jalan musyawarah, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan keadilan, serta islam mengajarkan manusia untuk selalu berfikit terhadap sesuatu, baik yang sedang terjadi maupun yang telah terjadi bahkan keberadaan diri mereka sendiri.



D. Tuugas Pemimpin
            Diantara banyaknya tugas seorang pemimpin maka secara umum dapat diklasifikasikan menjadi tiga bentuk.
  1. Stuching The situation
Seorang pemimpin harus bisa memberi penerangan dan penjelasan jika kelompoknya sedang mengalami situasi suklit yang mungkin butuh penerangan atau penjelasan, hal ini diharabkan mampu memberi solusi dan gambaran tentang suatu masalah kepada kelompoknya.
  1. Controling group Behavior
Pemimpin bukan saja mengatur dan mengarahkan, tapi juga mengawasi dari sikaf individu yang menyeleweng atau yang tidak selaras agar tetap pada aturan yang telah disepakati bersama dan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  1. Spokesman Of The Group
Seorang pemimpin diharapkan mampu sebagai penyambung lidah dan memahami serta menjelaskan kebutuhan, keinginan dan tujuan kelompoknya. Untuk mejalankan tugas itu maka dibutuhkan cara-cara yang baik, maka seorang pemimipin harus mempunyai lima hal:
1        Kemampuan
2        Kecakapan
3        Keberanian
4        Kejujuran
5        Mengutamakan kepentingan umum dari kepentingan pribadi.
Namun disamping itu seorang pemimpin mempunyai fungsi.
a. Fungsi Eksekutif
Seorang pemimpin berkiprah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan bertanggung jawab atas pelaksanaan yang telah di sepakati kelompok.
b. Sebagai Perancang
Pemimpin bertugas membuat rencana kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kelompoknya, semua hal-hal yang pelu kerjakan dirancang dengan kesepakatan bersama.
c. Sebagai Pembuat  Kebijakan
Pemimipin menentukan kebijakan kelompok dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
d. Sebagai Perwakilan Keluar
Pemimpin adalah perwakilan kelompoknya keluar dan sebagai symbol cerminan sifat dari kelompoknya. 
e. Fungsi Pengawasan
Seorang pemimpin harus peka dan tahu sikon yang terjadi dalam kelompoknya dan melakukan perbaikan jikaa itu tidak sesuai dengan tujuan yang akan dicapai[5].

F. Tipe Pemimpin
            Malah kepemimpinan dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, meskipun banyak dari para ahli yang masih berbeda pendapat yang di bedakan dari sudut pandang yang berbeda.
1. Kepemimpinan Otoroter
            Pemimpin ini menentukan segala-galanya tugas, semua aktivitas bawahan menjadi bagian dari tugas dan intstruksi darinnya[6]. Pemimpin ini tidak melibatkan anggota kelompoknya dalam perencanaan kegiatan kelompok. Segalanya berjalan dengan kehendaknya dan sulit sekali anggotanya kreatif dalam membuat hal-hal baru , dalam kepemimpinan ini antara atasan dan bawahan jarang sekali terjadi komunikasi yang efektif dan bahkan kemungkinan kecil sekali.
2. Kepemimpinan Demokrasi
            Kepemimpinan demokrasi memberikan kesempatan kepada yang  dipimpin untuk berpartisipasi dan ambil bagian dalam proses kepemimpinan. Disini ada keja sama antara pemimpin dan anggotanya, semua keputusan kelompok dijalankan atas dasar kesepakatan bersama. Pemimpin meletakan anggotanya sebagai teman kerja dan bukan sebagai lawan orang yang dipekerjakan. Tentu hal ini berbeda dengan otoriter yang lebih cenderung dictator sedangkan demokrasi melayani sebagi wakil kelompok.

3. Kepemimpinan  Liberal
            Bentuk pemimpinnya pasif, semua tugas yang ada dalam kepemimpinannya dan semua permasalahan yang terjadi diya tidak ikut serta, diya seperti berada diluar kelompok dan melepaskan anggotanya, diya selalu menyerahkan semuanya kepada bawahannya, tidak pernah menegur kesalahan anggotanya, lebih cenderung bersikap baik[7]. Istilah kata boleh dibilang melengkapi struktur yang ada.


Penutup

1. Kesimpulan
          Kepemimpinan dalam psikologi berkaitan erat dengan jiwa manusia itu, karna sejak manusia itu lahir sudah ada tertanam bakat dan kemauwan untuk memimpin dan membawwa dirinya dan kelompok berubah dan berkembang menuju masa yang  lebih baik, tinggal pengasahan terhadap bakat itu, lalu dalam pelak sananya kita butuh cara-cara yang bagus dan yang lebih tepat dalam melaksanakannya.
            Dalam islam seorang pemimpin sangat dibutuhkan untuk membawa umat kearah dan kekehidupan yang lebih bagus dan berkembang dari yang sebelumnya untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagian dunia dan akhirat.


2. Saran
            Jika dalam kepemimpinan seorang pemimpin tau dengan tugas yang akan diya laksanakan dan seslalu besikap yang baik terhadap bawahan dan menganggapnya sebagai teman kerja dan bukan orang yang diperjskan maka tujuan dari kelompok akan tercapai dengan baik dan terarah.


 
Daftar Pustaka


Ahmadi Abu , 2007,Psikologi Sosial, Jakarta: PT.Rineka Cipta
Faizah, Effendi Muchsin. L, 2006, Psikologi Dakwah, Jakarta: Kencana
Arifin, 2000, Psikologi Dakwah, Jakarta: PT. Bumi Aksara
Harahab Ginda, 2007,Ilmu Jiwa Sosial, Pekanbaru: Suska Press UIN SUSKA Riau
Muchtarom Zaini,1996, Dasar-Dasar Manajemen Dakwah, Yoyakarta: AL-Amin Press
Htt/ Kepemimpinan . com



 


[1] Abu ahmadi, Psikologi Sosial, (Jakarta: PT.Rineka Cipta, 2007) hal 114
[2] Htt/ Kepemimpinan . com
[3] Faizah, Effendi Muchsin, Psikologi Dakwah, Jakarta: Kencana,2006

[4] Zaini Muchtarom,Dasar-Dasar Manajemen Dakwah,(Yoyakarta: AL-Amin Press,1996 ) hal 99
[5] Ginda Harahab, Ilmu Jiwa Sosial, (Pekanbaru: Suska Press UIN SUSKA Riau, 2007) hal 57
[6] Abu ahmadi,Op cit, hal 123
[7] Abu ahmadi,Ibid, hal127

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar