Selasa, 03 Juli 2012

Konsep Perubahan Sosial


PEMBAHASAN

A. Konsep Perubahan Sosial
          Semua orang menyangka  dan sepakat bahwa kehidupan sosial tidak statis dan slalu dinamis. Tapi tidak semua orang yang mengartikan sama dalam mengartikan perubahan sosial. Perubahan sosial di anggap aebagai sebuah penomena dan menjadiproble matika sampai sekarang ini.
            Di antara banyak penomena-penomena sosial , perubahan sosial adalah hal yang paling penting dan mendasar di pahami dalam pembahasan sosial. Wajarlah jika baanyak kritikan dan saran yang jadi pemikiran dan persoalan formal yang pokok adalah logika terjadinya perubahan sosial dan apakah perubahan sosial berkaitan dengan dimensi ruang da waktu tertentu.
            Dengan adanya perbedaan yang orientalformal itu, muncul berbagai pendapat dari berbagai kalangan ahli sosiologi dalam melihat orientasi analisis dan tema perubahan sosial. Karena itu kajian utama perubahan sosial adalah simestinya menyangkut semua asfek kehidupan masyarakat atau harus meliputi semua penomena sosial yang menjadi kajian sosologi. Cara pandang demikian menunjukan bahwa perubahan sosial mengandung tiga dimensi yaitu: Struktursl, Kultural dan intraksi sosial. Jadi orang baru bias menyaebut telah terjadi perubahan sosial manakala telah ada dan sedang terjadi perbahan pada ke  tiga dimensi yang di maksut, atau dengan kata lain perubahan sosial tak lain merupakan perubahan dalam system sosial.[1]
           
B. Depenisi Perubahan Sosial
          Setiap kehidupan masyaraakat pasti mengalami perubahan yang dari waktu ke waktu terus berkembang dan mengalami perubahan , itu adalah suatu hal dan penomena  yang wajar . suatu kehidupan masyarakat antar sebelum dan sesudah mengenal surat kabar

Dan benda-benda yang berbentuk moderen. Perubahan yang terjadi bisa kemajuan  dan bahkan bisa sebaliknya yang di sebut kemunduran. Unsure-unsur masyarakaat yang mengenai perubahan biasanya mengenali nilai sosial, norma sosial, pola sosial, organisasi sosial, lembaga-lembaga kemasyarakatan, stratifikasi sosial, kekuasaan sosial, tanggung jawab, kepemimpinan dan sebagainya.[2]
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarrakat . para ahli filsafat, sarjana ekonomi bahkan sosiologi mereka mengatakan perubahan sosial adalah bentuk yang wajar, yang timbul dari pergaulan hidup manusia. Beberapa pendapat ahli sosilogi mengatakan bahwa perubahan sosial karna adanya perubahan dalam unsure-unsur yang mempertahankan masyaraakat dan kondisi sosial primer masyarakat.[3]
Pendapat para ahli Gillin dan Gillin menyatakan perubahan sosial adalah suatu pariasi dari cara-cara hidup yang telah di terima, yang di sebabkan karna perubahan geografis, kebudayaan, komposisi penduduk dan lain sebagainya.[4]

C. Faktor Penyebab Perubahan Sosial
          Pada dasarnya prubahan sosial terjadi  oleh karna anggota masyarakat merasa tidak puas lagi terhadap keadaan kehidupan lama. Norma-norma dan atau lembanga sosial dan penghidupan yang lama tidak di anggapa lagi memenuhi kehidupan yang baru[5]. Ada tiga penyebab utama dalam perubahan sosial:

a. Timbulnya kebudayaan dan penemuan baru
            timbulnya kebudayaan, merupakan factor penyebab perubahan sosial yang penting. Kebudayaan dalam masyarakat sering terjadi penimbunan yaitu semakin lama semaki banyak coraknya.tentu hal ini melalui proses yang cukup lama.proses tersebut meliputi suatu penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan, menurut Koentjaraningrat, faktor yang mendorong individu mencari penemuan baru:
a.       menyadari atas kekurangan kebudayaannya.
b.      Perngsang dri aktipitas masyarakat.
c.       Kulitas ahli-ahli dalam suatu keadaan[6]
Penemuan baru dalam kebudayaan menyebabkan tejadinya perubahan,bisa penemuan baru di bidang budaya jasmaniah, di samping itu juga terdapat perubahan kebudayaan rohaniah yang berupa idiologi baru, aliran kepercayaan yangnbaru. Kebudayaan lama yang ada pada masyarakat fanatic tidak mudah di hilangkan dan itu akan mangakibatkan terjadinya pertentangan atau benturan kebudayaan. Jika kebudayaan baru lebih di rasakan besar fungsinya maka ada kecenderrungan untuk meninggalkan kebudayaan lama atau melebur dengan kebudayaan baru.[7]
b. Perubahan Jumlah Penduduk
            perubahan jumlah penduduk bisa di sebabkan oleh pertambahan dan pengurangan jumlah penduduk. Perubahan tersebut lebih berpengaru kepada lembaga masyarakat, bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk bisa di sebabkan oleh urbanisasi dan transmigrasi. Di lehat dari berkurangnya jumlah penduduk, masyarakat yang dulunya menghuni suatu tempat yang dulunya padat sekali maka dengan adanya urbanisasi maka akan ada perrubahan yang derastis, mingkin lingkungan itu kelihatan sepi dan diam. Dan di tinjau dari pertambahan penduduk maka dari daerah yang tadinya mungkin sepi atau ramai dengan di datangi penduduk baru maka akan menyebabkan pergeseran situasi sosial.
c.Pertentangan (Konplik)  
pertentangan yang terjadi yang terjadi dalam masyarakt akan menyebabkan juga terjadinya perubahan sosial yang pesat. Masyarakat yang heterogen di tandai dengan kurang dekatnya  antara orang yang satu dengan yang  lain. Individu lebih cenderung mencari jalan sendiri, sementara itu kondisi sumberpemenuhan kebutuhan semakin terbatas, sehingga persaingan tidak dapat di hindari.jika proses memuncak maka maka pertentangan akan terus terjadi. Pertentangan itu bisa terjadi antara golonfan tua dan muda, palagi pada masyarakat yang sedang dari perubahan tradisional ke modern. Dan bisa juga pertentangan itu terjadi antara individu, induvidu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Yang semua itu jika menerima sesuatu yang baru akan terjadi perubahan sosial.
D. Bentuk-BentukPerubahan Sosial
          Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat di bedakan atas beberapa bentuk yaitu sebagai berikut:
a.Perubahan Evolusi Dan Perubahan revolusi
            yang di maksut dengan perubahan evolusi adalah perubahan yang membutuhkan waktu yang cukup lambat dan tampa ada kehendak  tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan ini berlangsung mengikuti perkembangan masyarakat , yaitu sejalan dengan usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan kata lain perubahan itu terjadi oleh karna dorongan dari usaha-usaha masyarakat dalam rangka menyesuaikan diri terhadap kebutuhan hudupnya dengan perkembangan masyarakat pada waktu tertentu.
            Berbeda dengan perubahan yang bersifat revolusi  adalah perubahan yang berlangsung dengan dan tidak ada kehendak ayau perencanaan sebelumnya. Secara sosiologi perubahan revolusi adalah perubahan yang terjadi mengenai unsure-unsur  masyarakat atu lembaga-lembaga masyarakat yang belangsung cukup cepat.[8]
b. perubahan yang di rencanakan dan perubahan yang tidak di rencanakan
            perubahan yang di rencanakan adalah perubahan-perubahan terbadap lembaga-lembaga masyarakat yang di dasarkan pada perencanaan yang matangoleh pihak-pihak yang menghendaki perubahan tesebut. Perubahan yang di rencanakan selalu di bawah pengendalian atau pengawasan. Perubahan tidak hanya terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu, tetapi juga di arahkan pada perubahan-perubahan lembaga kemasyaraktan yang lain. Perubahan yang di rencanaka paling bagu pada masyakat yang sebelumnya belum pernah mengadakan peruban dan ingin berubah.[9]
            Sedang kan perubahan tidak di rencanakan adalah perubahan yang berlangsung di luar perencanaan atau pengawasan masyarakat. Perubahan yang tidak di kehendaki ini lebih banyak menimbulkan pertentangan-pertentangan yang merugikan kehidupan masyarakat  yang bersangkutan. Dalam kondisi yang demikian angota masyarakat pada umumnya lebih sulit di arahkan untuk melakukan perubahan –perubahan, lantaran kekecewaan mereka yang mendalam.
Ini mungkin di akibatkan oleh pengalaman-pengalaman yang mereka alami sebelumnya. Ada juga konsef perubahan yang  dikehendaki tapi tidak di kehendaki, apakah perubahan tadi di harabkan oleh masyarakat. Mungkin perubahan yang tidak di kehendaki sangat di harabkan dan di terima oleh masyarakat. 
E. Modernisasi
a. KosepModernisasi  
      konsep modernisasi dalam arti khusus yang di sepakati teoritis modernisasi di tahun 1950, di depenisikan tiga cara:
·         History
·         Relative
·         Analisis
Secara history moderisasi adalah proses perubahan menuju tipe system sosoal , ekonomi dan plitik yang telah maju di eropa barat dan amerika utara dari abad ke 17 sampai abad  ke 19 dengan kemudian menyebar kenegara lain pada abad ke 19 sampai abad ke 20 kenegara amerika selatan , asia dan afrika.
      Gambaran serupa juga di ungkapkan Wilbert moore dia menyatakan modernisasi adalah transpormasi total masyarakat tradisional atau pra-modren ke tipe masyarakat teknologi dan organisasi sosial yang merupai kemajuan dunia barat barat yang ekonominya makmur situasi politik stabil.
      Menurut pengertian relative, modernisasi berupaya untuk mencapai standar yang di anggap moderen baik oleh rakyat maupun oleh elit penguasa.
      Depenisi menurut analisi yaitu: melukiskan dimensi masyakat moderen dengan maksut untuk di tanamkan dalam masyakat tradisional atau pra-modren. Dimana modernisasi mencangkup bidang  ekonomi , pendidikan, agama , politik, kehidupan keluarga dan stratifikasi.[10]
b. Mekanisme Modernisasi
      mekanisme modernisasi yang secara khusus di kemukakan oleh teori konvergensi. Di nyatakan bahwa teknologi dominant memaksa bentukbaru organisasi sosial, politik prilaku sehari-hari dan meyakinkan serta sikap. Dengan mempunyai  tenologi perkembangannya ssendiri yang di gerakan oleh rentetan penemuan dan ino pasi , maka cepat atau lambat teknologi modern akan menimbulkan sindiran modernitas yang menyeluruh dan perbedaan local.
d. Kritikan Terhadap Konsep Modernisasi
Gagasan modernisasi mendapat kritikan gencar di ujung tahun 1960 an dan 1970. gagasan ini di serang dari sudut landasan empiris karena bertentangan dengan fakta histories dan dari sudut landasan teoriyis karena berdasarkan asumsi yang tak dapat di pertahankan di lihat dari teoritis asumsi yang melandasi evolusionisme tak dapat di terima yang mengajukan kemungkinan terjualnya perkembangan multilinier. Mengikuti berbagai jalan modernisasi ketimbang menempuh jalan tunggal . pentingnya fakta external dalam arti kondisi global dan penyebab dari luar perlu di perhatikan.
      Terakhir konsep perubahan modernisasi yang bebau etno sentrisme dalam arti berorientasi barat di pertanyakan keabsahannya karena banyak masyarakat modern dan yang sedang memodeernisasikan diri tidak di perkembang persis menurut arah perkembangannya.[11]



e. teory Modernisasi Dan Kovegensi
      konsep modernisasi ada tiga
1)      Agen perubahan , taklagi terlihat sebaai pengamat upaya pemerintah dari atas mobilisasi masa dari bawah seringkali menjadi sasaran perhatian ketimbang pemerintah.
2)      Modernisasi tidak terlihat sebagai strategi pemecahan masalah yang di rencanakan dan yang di temukan oleh elit dan sebagai perlawanan seperti puling sering di anggap dalam masyarakat.
3)      Sebagai penganti modernitas unik yang hendak di capai oleh masyarakat terbelakang ataudi terapkan di mana saja.[12]
Teory Moderisasi dan konvegensi memanjatkan bagai mana peristiwa histories memberikan rangsangan kuat untuk memikir ulang , bekerja ulang  dan menulis dasar teory sosiologi tentang perubahan.
f. Pengertian Modernisasi
      pada dasarnya semua bangsa  yang berada di dunia in mengalami proses modernisasi, meskipun kecepatan dan arahnya berbeda antara masyakat yang satu dengan yang lain. Proses modernisasi sangat luas dan sampai-sampai tidak dapat di batasi ruang lingkupnya dan masalahnya. Secara histories modernisasi adalah perubahan dari keadaan  tradisional menuju masyarakat yang modern. Proses tersebut di dorong oleh keinginan, usaha, dan cita-citanya.
      Bila di lihat dari pengeriannya. Modernisasi adalah suatu proses transpormasi dari suatu perubahan kea rah yang lebih maju atau meningkat dalam berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat. Secara sederhana dapat di katakana bahwa moderni sasi ada;ah proses perubahan dari cara-cara tradisional ke cara-cara baru yang lebih maju, dimana di maksut untuk kesejahteraan masyarakat.[13]

PENUTUP

A. Kesimpulan
      Perubahan yang ada dalam masyarakat akan terus bekembang dari waktu ke waktu baik secara cepat atau lambat, jika perubahan itu bisa di pilterisasi dengan baik, maka modernisasi itu kan membawa dampak dan arti yang fositif.



B. Saran
     Mungkin masyarakat menghedaki perubahan kea rah yang lebih baik, terjadinya semua keinginan itu tidak terlepas dari usaha dan cita-cita yang ingin di capai, maka perbaikilah cita-cita kepada perubahan.

   



[1] Dwi Narwoko, Sosiologi Tek Pengantar Dan Terapan, (Jakarta: Kencana, 2007) hlm 361
[2] Abdul syani, Sosiologi Skematika Teory Dan Terapan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1994) hlm 162
[3] Pahriza, hanout  matakuliah sosoilogi
[4] Abdul syani, op. cit, hlm 163
[5] Pahriza, op. cit
[6] Abdul syani, op. cit, hlm 164
[7] Piot satanpka, sosiologi perubahan sosial, (Jakarta: Prenanda Media, 2004 ) hlm 152
[8] Dwi narwoko, op. cit, hlm 363
[9] Abdul syani, op. cit, hlm 169
[10] Pitr satompka, Sosiologi Perubahan Sosial, (Jakarta: Prenanda Mediaa, 1973) hlm 747-748
[11] Bruce j. cohen, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1996) hlm 167-170
[12] Piotr satampka, op. cit, hlm 152
[13] Abdul syanu, op. cit, hlm 176

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar