Rabu, 13 Juni 2012

dasar-dasar pengembangan masyarakat islam


Pembahasan

Kata ummat dalam kamus besar bahasa Indonesia mengandung dua arti:
  1. Para penganut  atau pengitkut suatu agama
  2. Makluk (manusia)

Dalam beberapa ensiklopedi, kata tersebut di artikan beberapa arti, ada yang mengatikannya sebagai bangsa, seperti yang ketrengan ensiklopedi filsafat yang ditilis oleh akademisi Rusia. Dan diterjemahkan oleh samir karam 1974 M kedalam bahasa arab. Dan ada juga yang mengartikannya sebagai Negara.
            Berbagai pengertian di atas menimbulkan kerancuan dalam AL-qur’an, bukan itu saja, tapi bisa menimbulkan kesalah pahaman antar umat islam itu sediri[1]. Kata ummat  (أُمَّةٌ) merupakan bentuk tunggal dan umam (أُمَمٌ) adalah bentuk jamaknya. Kata itu berasal dari kata amma-ya’ummu (أَمَّ يَؤُمُّ) yang berarti “menuju, menjadi, ikutan dan gerakan”. Secara leksikal kata ini mengandung beberapa arti, antara lain:
  1. Suatu golongan manusia,
  2. Setiap kelompok manusia yang dinisbatkan kepada seorang nabi, misalnya       umat Nabi Muhammad Saw, umat Nabi Musa As.
  3. Setiap generasi manusia yang menjadi umat yang satu (ummatan wahidah).
Al-qur’an menyebutkan kata ummah sebanyak 51 kali dan kata umam
 Sebnyak 13 kali, kedua kata tersebut di gunakan dalam al-qur’ar dengan pengertian yang berbeda-beda[2]. Dalm 64 itu, 51 ayat al-qur’an itu terdapat dalam surat makkiah. Jika diperhatikan pada kata ummah/umam terdapat perbedaan antara ayat makkiah dan madaniyah. Perbedaannya ialah pada surat makkiah lebih mengacu pada ide kesatua dengan mengakomodir kelompok primodial masyarakat ketika itu. Ayat-ayat yang mengambarkan manusia sebagai ummatan wahida, umumnya di turunkan di mekah.Terdapat dalam Surah Al-Mu’minun  ayat 52
 
Artinya: Sesungguhnya (agama Tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan aku adalah Tuhanmu, Maka bertakwalah kepada-Ku.
                Sedangkan penggunaak kata ummah/umam pada surat madaniyah banyak di hubungkan dengan islam sperti dalam surat al-Baqarah ayat 128–143.
  
Artinya: Ya Tuhan Kami, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Pakar bahasa al-qur’an , dalam bukunya Al-Mufradat  fi  Gharib  Al-Qur'an menjelaskan kata ini diartikan sebagai semua kelompok yang dihimpun oleh sesuatu,seperti agama, waktu atau tepatnya yang sama,baik secara terpaksa maupun kehendak mereka sendiri. Secara tegas Al-Quran dan  hadis  tidak  membatasi  pengertian umat hanya pada kelompok manusia.
Artinya: dan Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (QS Al-An'am [6]:38).


Rasulullah Saw. bersabda:
      Semut (juqa) merupakan umat dan umat-umat (Tuhan) (HR.Muslim).

Seandainya anjing-anjing bukan umat dan umat-umat (Tuhan) niscaya saya   perintahkan untuk dibunuh (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa'i).

Kata ummah/umam di dalam al-Quran yang penggunaannya secara khusus ditujukan kepada manusia juga mengandung beberapa pengertian.
1.       Setiap kesatuan generasi umat manusia yang diutus seorang nabi atau rasul, seperti umat Nabi Nuh As, umat Nabi Ibrahim As, umat Nabi Musa As, umat Nabi Isa As, dan umat Nabi Muhammad Saw. Di antara umat setiap rasul ini ada yang beriman dan ada pula yang ingkar. Jadi, manusia terbagi menjadi beberapa umat berdasarkan nabi atau rasul yang diutus kepada mereka, sebagaimana dinyatakan di dalam Surah al-An‘am ayat 42
 
Artinya: Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.
2.      Suatu jamaah atau golongan manusia yang menganut agama tertentu, misalnya umat Yahudi, umat Nasrani, dan umat Islam. Ini termaktub dalam Surah al-A‘raf ayat 159
š 
Artinya: Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak Itulah mereka menjalankan keadilan[3]
3.       Suatu kumpulan manusia dari berbagai lapisan sosial yang diikat oleh ikatan sosial tertentu sehingga mereka menjadi umat yang satu, seperti dinyatakan dalam Surah al-Anbiya’ ayat 92

Artinya: Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu[4] dan aku adalah Tuhanmu, Maka sembahlah aku.
Meskipun mempunyai banyak makna, kata ummah/umam di dalam al-Quran dapat disimpulkan mengandung pengertian jama’ah, yaitu segolongan manusia yang dipersatukan oleh ikatan sosial sehingga mereka disebut umat yang satu (ummatan wahidah), demikian pendapat Rasyid Ridha. Al-Qurtubi menyimpulkan penggunaan kata ummah/umam di dalam al-Quran mengandung pengertian jamaah atau golongan manusia yang kepada mereka diutus seorang Nabi atau Rasul.

B. Kategori Ummat Dalam Al-Qur’an
Menurut bahasa: ummat berarti Induk, keturunan , pengikut. Menurut istilah: ummat berarti kesatuan individu untuk tujuan bersama. Berikut ini ada beberapa kategori ummat menurut al-qur’an:
  1. Ummat Manusia
Manusia dikatakan satu ummat karena satu keturunan , satu jenis makhluk yang memiliki sifat-sifat yang sama seperti berakal, berbicara dan membentuk masyarakat .Allah berjanji manusia diturunkan ke Dunia akan disertai Petunjuk. Barang siapa mengikut petunjuk Allah dia tidak perlu takut dan bersedih. Diutusnya para Nabi dan Rasul yang bersamanya kitab-kitab Allah semestinya dapat memperkuat kesatuan ummat manusia, akan tetapi penyakit kedengkian diantara manusia telah memecah belahkan ummat manusia kepada aliran-aliran agama.

šžš   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar